May 22, 2019
  • 2:04 pm AKULAH POKOK ANGGUR YANG BENAR
  • 2:31 am JADILAH PRIBADI YANG MEMANCARKAN DAMAI SEJAHTERA ALLAH
  • 1:16 am DAMAI ABADI TUHAN
  • 1:49 am AGAR KAMU SALING MENGASIHI
  • 11:33 pm JIKA KAMU MEMINTA SEAUATU DALAM NAMAKU

“Akulah Pokok Anggur Yang Benar” Yoh.15:1-8 Pokok anggur kembali diangkat Yohanes sebagai kesatuan hidup antara Yesus dan murid-muridNya. Persatuan ini bukan sekedar kebersamaan namun lebih dari itu sperti pokok dan ranting. Untuk menjadi sebuah persatuan lahir dan batin, Yesus menuntut murid-Nya untuk tinggal didalam satu dengan yang lain. “Tinggalah di dalam Aku dan Aku di […]

READ MORE

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu, Kuberikan kepadamu…” Yoh. 14:27-31 Situasi penjajahan Romawi pada jaman Yesus, menciptakan tekanan dalam diri Bangsa Israel. Situasi inilah yang menuntut satu perubahan yang menjadi dambaan, ialah “Damai Sejahtera”. Damai memiliki penekanan lebih kepada suasana bathin. Damai yang tercipta atas dasar kasih dan kejujuran. Situasi batin yang selalu didambakan berhadapan […]

READ MORE

“Damai yang Ku berikan, tidak seperti yang diberikan dunia” Yoh.14:27-31 Damai sejahtera yang diberikan Yesus mengandung segala jaminan hidup dalam kesejahteraan Tuhan di dunia dan di akhirat. Yesus menyatakan diriNya sebagai pembawa damai sejati karena damai yang didasarkan pada jaminan pasti yang dari Bapa. Damai sejati adalah kesatuan antara Putera dengan Bapa yang lebih besar. […]

READ MORE

“Agar kamu saling mengasihi” Yoh.13:33,34-38 Yesus pada saat-saat terakhir menjelang kenaikan-Nya ke surga, merupakan saat-saat perpisahan dengan para murid-Nya. Ia memberi pesan-pesan terakhir sebagai persiapan bagi murid-murid. Memang sebuah yang berat bagi murid, dimana mereka merasa seperti ditinggalkan sebagai yatim piatu, tak ada pelindung, tak ada jaminan. Yesus berpesan bahwa Ia akan pergi untuk bisa […]

READ MORE

“Jika kamu minta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” Yoh.14:7-14 Yohanes menegaskan bahwa:”atas nama Yesus Kristus”, adalah sebuah kesatuan antara pribadi Yesus dengan Bapa dan Roh Kudus. Kepada-Nya segala diserahkan, untuk diperlakukan sesuai kehendak Bapa. Dalam hal ini sesuai dengan cinta Bapa. Dunia sejak awal mula dan sampai akhir, dunia diperintahkan dan berjalan menurut […]

READ MORE

“Janganlah gelisah hatimu,percayalah kepada Allah,percayalah juga kepadaKu.” Yoh. 14:1-6. Konsekwensi mengikuti Yesus selalu ada dalam diri para pengikut -Nya. Ada kecemasan yang muncul dalam diri para pengikut-Nya. Memang wajar dan sangat manusiawi. Dari seluruh kecemasan ini, Yesus sangat memahami kecemasan yang ada dalam diri para muridNya. Yesus sangat mengerti dan memahami kecemasan ini, sebagai seorang […]

READ MORE

“Seorang hamba tidak lebih tinggi daripada¬†tuannya” Yoh. 13:16-20. Pernyataan Yesus yang diangkat dari pengalaman bermasyarakat ini, diangkat menjadi pegangan bagi para murid, hamba-Nya. Mereka tidak mengharapkan nasib yang lebih baik dari pada apa yang menimpah diri Yesus. Dua situasi yang menjadi resiko dalam tugas perutusan adalah diterima dan ditolak. Yesus didengarkan orang, maka orangpun akan […]

READ MORE

“Aku tahu, bahwa perintah -Mu itu hidup yang kekal” Yoh. 12:44-50. Yesus menyampaikan sabda, perintah Bapa, sebagai pembawa hidup yang kekal. Sabda itu penyelamatan tetapi sekaligus penghakiman. Sebab yang menerima adalah diselamatkan dan yang menolak adalah hakim. Pener8maan sabda atau penolakan sudah merupakan penghakiman. Yesus datang sebagai terang untuk diterima sebagai penerangan dan penyelamatan. Orang […]

READ MORE

Yang Tidak Percaya, Ia telah ada di bawah hukuman” Yoh.3:17-26   Kejahatan selalu berhubungan dengan kegelapan. Kegelapan selalu identik dengan yang tidak percaya, yang tidak mau melihat, yang membenci terang dan pekerjaan yang jahat. Yesus adalah terang yang datang untuk menerangi setiap orang. Terang-Nya bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.¬† Dalam pergulatan antara […]

READ MORE

“Kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui” Yoh.3:7-15 Yesus berbicara tentang hal-hal Ilahi dimana hal ini tidak ditangkap oleh manusia. Sehingga Yesus menggunakan bahasa yang dimengerti manusia seerti tentang kelahiran, tentang air, tentang angin yang mana hal-hal ini diketahui Oleh Yesus sebagai Putera Allah. Ia mengajar agar para murid mengerti arti ajaranNya. Yesus mengangkat pemimiran […]

READ MORE