May 22, 2019
  • 2:04 pm AKULAH POKOK ANGGUR YANG BENAR
  • 2:31 am JADILAH PRIBADI YANG MEMANCARKAN DAMAI SEJAHTERA ALLAH
  • 1:16 am DAMAI ABADI TUHAN
  • 1:49 am AGAR KAMU SALING MENGASIHI
  • 11:33 pm JIKA KAMU MEMINTA SEAUATU DALAM NAMAKU

“Ketika Yesus sudah berumur duabelas tahun, pergilah Yosep, Maria dan Yesus ke Yerusalem seperti yang lasim pada hari raya itu.” Luk. 2:41-52. Di usia duabelas tahun ini Yesus membuat satu “kenakalan” dengan cara tinggal di Yerusalem ketika orang tua dan saudara-saudaranya yang lain pulang ke Nazareth sesudah perayaan Paskah. Ketika ditemukan di dalam Bait Allah, […]

READ MORE

“Simeon menyambut Anak itu dan menatangNya sambil memuji Allah.” Luk. 2:22-35. Selama bertahun-tahun Simeon menanti-nantikan Sang Penebus seperti kebanyakan orang Israel. Tapi Simeon punya kekhususan yakni dalam penantiannya itu dia selalu datang di Bait Allah. Dan akhirnya waktu itupun tiba. Simeon berjumpa dengan Sang Penebus. Dia merasa amat berbahagia karena perjumpaan itu, dan dia mengatakan […]

READ MORE

“Lalu Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya.” Mat. 2:13-18. Stefanus dikenal sebagai martir pertama, tetapi yang pertama-tama menjadi korban pembunuhan karena kedatangan Yesus adalah anak-anak di Betlehem. Nabi Yeremia telah meramalkan hal itu jauh sebelumnya. Di Betlehem kota Daud, tempat asal banyak utusan Tuhan atau para nabi, harus terjadi tumpah darah anak-anak […]

READ MORE

“Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu (Yohanes) ke kubur.” Yoh. 20:2-8. Hari ini pesta St. Yohanes, Penulis Injil. Menurut tradisi, Yohanes adalah satu-satunya murid yang mati secara normal, dalam arti tidak menjadi martir. Yohanes cukup banyak berperan ketika ia hidup bersama Yesus sebagai Rasul. Yohanes yang berdiri di kaki Salib ketika Yesus mati, […]

READ MORE

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, “Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi umatNya dan membawa kelepasan baginya…” Luk. 1:67-79. Injil Lukas hari ini mengkisahkan tentang Kidung Zakharia. Kidung atau ucapan syukur Zakharia ini adalah ungkapan hati yang gembira karena karunia Allah. Mengapa ia bersyukur ? Zakharia bersyukur karena kelahiran […]

READ MORE

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku mengunjungi aku ?” Luk. 1:39-45. Kunjungan Maria kepada Elisabeth saudaranya yang sudah enam bulan mengandung tentu mendatangkan kegembiraan dalam diri Elisabeth dan juga Zakharia suaminya. Karena itu kehadiran Maria jelas menjadi suatu dukungan yang sangat berarti bagi keluarga Zakaria. Elisabeth mendapat peneguhan baik dari sisi kemanusiaan – saudaranya, maupun […]

READ MORE

“Tuhan telah memperhatikan kerendahan hambaNya.” Luk. 1:46-56. Injil hari ini tentang Madah Sukacita Maria atau disebut Kidung Magnificat. Pesan dari Madah Sukacita ini adalah, bahwa Maria tahu, ada revolusi besar yang menanti dirinya. Kita lihat saja, magnificatnya mengatakan : “Orang berkuasa diturunkan dari tahta, yang hina diangkatNya, orang lapar dikenyangkanNya, orang kaya diusirNya dengan tangan […]

READ MORE

“Sungguh berbahagialah dia yang telah percaya.” Luk. 1:39-45. Setelah mendengar bahwa Elisabeth mengandung seorang anak di usia tuanya Maria langsung pergi mengunjunginya. Elisabeth menerima kehamilannya dengan sukacita karena karunia Allah telah menghapus aibnya. Sukacitanya dilengkapi dengan sukacita baru yakni mendapat kunjungan dari Maria “Ibu Tuhan.” Mariapun dalam sukacita karena dipilih Allah menjadi ibu Tuhan, dan […]

READ MORE

“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.” Luk. 1:26-38. Panggilan Tuhan atas diri Bunda Maria secara tiba-tiba, dengan tawaran yang sangat mulia, yakni menjadi ibu Tuhan, menjadi titik awal pemenuhan rencana keselamatan Allah bagi seluruh dunia. Reaksi Maria yakni terkejut, takut, tapi akhirnya menerima tawaran Allah dengan bebas. Dari sudut pandangan kehidupan rohani Maria, […]

READ MORE

Luk 1:5-25     Zakaria adalah seorang yang beriman teguh kepada Allah. Sekalipun ia memiliki iman yang kuat tetapi ketika karya besar Allah hendak dinyatakan kepada dirinya, melalui Elisabet dan keluarganya, ia tidak yakin bahkan ia menertawakan kabar sukacita yang diwartakan oleh Malaikat. Zakaria masih belum percaya dan begitu menerima keadaan dirinya dan keadaan Elisabet […]

READ MORE