11Oktober 2018, bertempat di Stasi Kawaliwu, Paroki St. Antonius dari Padua, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, Uskup Keuskupan Larantuka, mentahbiskan Diakon Hendrikus Haju Liwun, Pr menjadi imam Keuskupan Larantuka. Dengan ditabiskannya Romo Erik, maka Stasi Kawaliwu memiliki dua imam projo Keuskupan Larantuka, dengan imam perdananya Rm. Anselmus Wedo Liwun,Pr.
Perayaan tahbisan sedemikian khidmat, mulia dan meriah. Lapangan Bola kaki dipenuhi umat yang datang dari seluruh wilayah Keuskupan Larantuka dan sekitarnya, menghadiri perayaan Ekaristi Pentahbisan Imam Baru. Dalam amanat tahbisan Uskup Frans, mengambil tema “Bertolaklah ke tempat yang dalam, tebarkan jalamu untuk menangkap ikan”. Peristiwa penangkapan ikan oleh Simon Petrus, mengajak kita untuk tidak hanya mengandalkan semua pengalaman pengetahuan, kepintaran, ketrampilan, kehebatan diri sendiri, tetapi hal penting bagi kita adalah jawaban Simon Petrus sendiri yakni: “Karena Engkau menyuruhnya”. Ia bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala karena Tuhan yang menyuruhnya. Ketaatan Simon terhadap Tuhan menjadikan Simon menjadi penjala manusia. Sumber kekuatan seorang imam adalah Yesus sendiri. Imam mengambil bagian dalam Imamat Kristus, Guru dan Raja dalam persatuan yang erat dan menuntut kesetiaan.
Sebelum mengakhiri perayaan, Imam baru memberkati Bapa Uskup, Orang Tua dan umat yang hadir. Dalam pemberkatan orang tuanya, Sang Bunda menerimanya dengan meneteskan air mata dan isak tangis suka cita. Inilah sukacita orang tua yang harus mengambil jalur perantauan sebagai medan hidup demi sang buah hati yang saat ini telah menjadi Imam.
Sesudah Ekaristi, dilanjutkan dengan acara resepsi. Dalam sambutan panitia dan keluarga, menyampaikan bahwa tahbisan membuat sebuah warna baru bagi generasi muda di Stasi Kawaliwu ini. Panitia dan keluarga meniitipkan pesan buat Romo Erik, bahwa lebih pantas panggilan hidup anda sebagai pastor dari pada bekerja sebagai pastor. Lebih pantas bekerja sama dari pada bekerja sendirian. Harapan perjalanan imamat sampai pada maut menjumpai. Lebih berharga hadir dengan ketulusan dari pada hadir setengah-setengah. Meniti jalan imamat sampai selamanya”
Sebagaimana budaya wilayah Lewolema ada upacara “Lodo Ana” demikian juga peristiwa tahbisan hari ini adalah peristiwa “lodo ana” yakni upacara memperkenalkan anak yang baru lahir kepada publik. Hari ini Rm. Erik di “Lodo ana” sebagai imam.
Perjalanan panggilan Romo Erik dikisahkan dalam acara anak-anak SDK Kawaliwu. Hara nama panggilan, haju rera, haju bai, nama nenek nya. Masa kecil Romo Erik, terkenal dengan anak yang takut kepada adik-adiknya, pendiam dalam kelas dan juga pemalu. “Hanya karena Dia mau, hanya karena Dia panggil, maka Haju menjawabi panggilan Allah”
“Atas titaMu, Engkau memperjuangkan perkaraku” Mkh 7:9. inilah motto Imam Baru
Dalam sambutannya Imam Baru mengulas moto panggilannya bahwa, adalah pengakuan iman tanpa syarat. Dalam kelemahan dan ketakberdayaan adalah pemadatan dari Dia yang memanggi,l yang panggilanNya tak pernah pudar, tak pernah batal,sekali pun kesalahan dan kelenahan manusia. TitahNya yang telah memanggil sampai pada Tahbisan suci ini. Romo Erik mengucapkan syukur dan terima kasih untuk semua pendidik, pendamping, formator, orang tua dan saudara saudari. Mereka adalah meterai Allah. Jalan perantauan adalah meterai Allah, tegasnya yang pernah berpastoral di dua paroki, Ritawolo dan Bama.
Imamatku adalah pelayanan umat. Relasi yang akrab dengan Alllah dalam kesetiaan sebagai sahabat. Dia adalah Saudara dan Sahabat, Dia hadir saat aku membutuhkan. Dia tak pernah meninggalkan saya walaupun kadang aku membelok langkah. Motto tahbisan ku adalah nyanyian yang tetap berdengung, inspirasi di setiap derap langkah, Kompas hidup ku, katanya mengakhiri sambutannya sembari memohon doa dan dukungan bagi dirinya.
Sesudah Imam Baru, sambutan oleh Pemerintah. Mewakili Bapak Bupati Flores Timur, Asisten 3 membacakan sambutan pemerintah. Peristiwa tahbisan imam Rm Hendrikus Haju Liwun, Pr, adalah peristiwa berahmat bagi kita. Ini adalah puncak pencapaian jalan hidup sebagai imam dan merupakan awal perjuangan. Tantangan hidup ke depan harus menjadikan romo semakin kuat.
Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Hirarki Gereja Lokal Keuskupan Larantuka yg telah menjadi mitra pembangunan. Spirit pemerintah dan gereja adalah sama yakni melayani. Perlu sinergi antara pemerintah dan gereja.
Terima kasih dititipkan untuk semua masyarakat yg telah mensukseskan Festival Nubun Tawa. Ini adalah moment untuk mendekatkan orang muda untuk menghidupi dan menjadi pewaris budayanya sendiri. Integritas jati diri.
“Menerek” ake dore. Menerek yg menuju lara Allah. Tabisan menjadikan mu ‘”Ksatria…..” Pesan pribadi terakhir buat Sang Yubilaris.
Dalam sambutan Bapa Uskup Mgr. Fransiskus Kopong Kung, pr, mengucapkan Proficiat kepada Romo Imam Baru. Kita semua hari ini berbahagia bersama Romo Erik. Tapi lebih berbahagia adalah Romo Erik. Ini adalah kegembiraan Gereja Lokal Keuskupan, Paroki Leworahang dan Stasi Kawaliwu.
Bapa Uskup menyampaikan bahwa: “Saya memilih tempat ini (Kawaliwu) menjadi tempat tahbisan imam, dengan ini Karunia Tuhan bagi kita umat. Semoga sukacita ini membangkitkan semangat, spiritualitas umat. Oleh Karena itu, kita mendukung imam kita dengan bangkit sebagi umat Tuhan di stasi ini. Hari minggu gereja terbuka dan umat penuh”
Uskup Frans juga menyampaikan Proficiat dan selamat untuk semua. Terima kasih kepada orang tua yg telah memberi anaknya untuk gereja dengan menjadi imam. Kunjungan uskup ke paroki, umat selalu minta tambah imam untuk melayani umat. Tapi uskup juga meminta umat untuk memberi anak anaknya. Kita juga beri ke keuskupan lain sebagai tanda solidaritas kita dalam kekurangan jumlah umat, lanjut Uskup.
Kepada Imam Baru Uskup Frans menyampaikan bahwa, dalam peristiwa tahbisan, ada ritus di mana Imam baru mengulurkan tangan dan Uskup menggenggam, Romo sudah menerima dan berjanji dihadapan Uskup. Siap untuk ditempatkan dimana-mana. Semua masa lalu selesai dengan tahbisan, dan jangan buat perkara baru. Tegas Bapa Uskup.
“Selamat datang di keuskupan. Saya bangga dengam imam yang tampil di semua tempat dengan berbagai karakter. Kamu tampil seperti apa adanya kamu sekarang. Tampilah sebagai imam sebagaimana adanya untuk melayani umat”
Kepada pastor paroki dan panitia yg telah mensukseskan acara tahbisan ini. Tetaplah mendukung perjalanan imam. Perayaan yang khidmat, meriah dan berahmat. Mari kita dorong, kita ajak anak-anak kita menjadi orang yang terpanggil untuk melayani gereja sebagai agen pastoral. Terima kasih kepada pemerintah yang selalu hadir untuk mendukung acara gereja, ungkap Uskup Frans mengakhiri sambutannya.
Tuhan memberkati
Komsos-KL

Komsos-KL

One thought on “IMAM KEDUA STASI KAWALIWU DITAHBISKAN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *