Perayaan HPS (Hari Pangan Sedunia) Nasional, Tingkat Keuskupan Larantuka bertempat di Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Bama. Kegiatan di mulai pada 14 -16 Oktober 2018. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Komisi PSE-DELSOS Keuskupan Larantuka yang dipimpin oleh RD. Marianus D. Talu Welan, dengan mengambil tema “KELUARGA SEBAGAI KOMUNITAS BERBAGI PANGAN”. Pertemuan ini disebuat juga sebagai ; “Temu Rasul Penggerak PSE”. Inilah moment refleksi bagi para penggerak PSE di semua paroki dalam Keuskupan Larantuka.
23 Paroki dalam Keuskupan Larantuka mensukseskan kegiatan ini dengan mengutus para utusannya, sehingga peserta yang hadir berjumlah 150-an dan juga keterlibatan seluruh umat paroki Bama. Hadir juga dalam kegiatan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Llembata, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata yang diwakili oleh Ibu Renineldis Lelang Wayan. Hari pertama awal petemuan dibuka dengan Ekaristi dan acara perkenalan para peserta.
Hari kedua diisi dengan Kegiatan Lokakarya dengan bahan 3 (tiga) Pilar PSE yakni : APP (Aksi Puasa Pembangunan), LKM( Lembaga Keuangan Mikro) dan HPS (Hari Pangan Sedunia). RD. Marianus Welan memberi pemahaman tentang APP (Aksi Puasa Pembangunan), sebagai moment gerakan tobat dan tanda solidaritas. Semua penggerak (Rasul) PSE diharapkan memiliki semangat yang sama. Maka para rasul PSE diharapkan melakukan sekian banyak hal terarah kepada pertobatan dan solidaritas. Semua rasul PSE paroki diharapkan untuk saling membagi dan saling membantu dalam membangun dan mensejahterakan melalui dana APP. RD. Wilhelmus Ola Lanang, mendampingi peserta dalam bidang LKM (Lembaga Keuangan Mikro) dan Transaksi, dengan sasaran pada umat Basis untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi rumah tangga dan kebutuhan RT lainnya. Fokus LKM diimplementasikan dalam simpan pinjam dengan basis utamanya adalah Komunitas Basis Gerejawi (KBG). KBG selain sebagai pusat spiritual tetapi juga harus melihat dan menyadari diri sebagai pusat kehidupan ekonomi. Bidang ketiga adalah Hari Pangan Sedunia oleh RD. Yeremias Rongan Hepat, yang mengupas peran keluarga sebagai basis terkecil yang harus bisa menjadi basis penghasil dan pembagi pangan. Ini adalah keterlibatan semua pihak. Para pelaku HPS dan seluruh umat Keuskupan Larantuka diajak untuk terlibat dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan ini juga kita memberikan apresiasi kepada pahlawan HPS yakni para petani dan nelayan. Disamping itu juga, RD Marianus selaku ketua PSE Keuskupan Larantuka, juga memberikan pemahaman kepada peserta tentang Arah Dasar PSE, yakni melindungi dan mengelolah sumber-sumber hak hidup ekonomi masyarakat.
Hari ketiga, sebagai hari puncak perayaan Hari Pangan Sedunia, Nasional, tingkat Keuskupan Larantuka. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh YM. Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr. Dalam kotbahnya, Uskup Frans menegaskan kembali makna HPS dengan berinspirasi pada bacaan Injil, “Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang”. Pernyataan Yesus kepada para muridNya; “Kamu harus memberi mereka makan”, menjadi penekanan Bapa Uskup, kepada para peserta dan kepada seluruh umat yang hadir. Apa pun milik kita, siapa pun kita itu adalah anugerah. Tidak ada satu pribadi yang mengklaim sebagai miliknya sendiri. Keluarga sebagai basis terkecil harus saling melayani dalam pemenuhan kebutuhan hidup dalam keluarga. Berbagi kebutuhan hidup dalam suka cita menuju kepada kesejahteraan bersama. Perayaan Ekaristi dirayakan bersama 10 imam Konselebran. OMK Stasi Bama memeriahkan perayaan dengan menyumbangkan suara emasnya dalam lagu-lagu koor.
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan “Talkshow”. Dalam talkshow, tampil sebagai pembicara adalah: YM. Uskup Larantuka; Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Wakil Bupati Flores Timur; Agustinus Payong Boli, Ibu Ketua Penggerak PKK Flores Timur; Lusia Barek Hayon, Kepala Dinas Badan Ketahanan Pangan; Remigius Lewar, Ketua Komisi Kelurga Keuskupan Larantuka; RD. Bernardus Belawa Wara. Dan berperan sebagai pemandu jalannya talkshow adalah Melkior Koli Baran. Semua pembicara saling berbagi pemikiran dengan berpedoman pada tema besar :”Keluarga sebagai Komunitas Berbagi Pangan”
Yang Mulia Uskup Larantuka berpendapat bahwa, mesti ada kesadaran melihat situasi, realitas pangan seperti apa yang ada dalam hati, yang ada dalam kehidupan keluarga. Harus ada mata yang melihat. Melihat bukan dengan mata tertutup tetapi dengan hati yang tergerak. Kita semua harus tanggap pada realitas kita soal pangan dan memiliki cara tanggap untuk solusi yang konkrit sesuai realitas setempat. Masing-masing melihatnya dengan bidang kita masing masing. Pemerintah, Gereja dan keluarga. Jangan menganggap pangan itu masalah sederhana, kecil. Pangan, harus kita melihat dalam skop kecil keluarga tetapi hati kita melihat secara global.
Pangan adalah masalah global tetapi harus ditempatkan dalam situasi konkrit dalam kontes keluarga. Ketahanan dan keberlanjutan pangan dalam keluarga, di sana ada Ibu yang bertanggung jawab. Ibu Ketua Penggerak PKK Flores Timur berbicara sebagai perempuan Lamaholot. Ibu Bupati sebagai ketua penggerak PKK, menegaskan bahwa kita wajib berkampanye soal makanan lokal. Pangan Lokal harus berawal dari dalam keluarga. Sebelum berkampanye atau bersosialisasi soal pangan lokal kita harus menyiapkan pangan yang berbudaya kearifan lokal dalam keluarga.
Berbicara soal pangan, Pemerintah Daerah Flores Timur (FLOTIM) memiliki kebijakan dengan PERDA no 9 tahun 2015 tentang kemandirian dan kedaulatan pangan di kabupaten Flores Timur dengan arah jelas yakni mengurangi kebergantungan pada beras. Dan dalam pengembangan pemerintah juga mengembangkan varietas pangan lokal yang bersumber dari alam kita dan bertahan juga di daerah ini. Juga ditindak lanjuti dengan peraturan Bupati Flotim soal konsumsi pangan lokal yang diwajibkan pada instansi pemerintah. Dalam Konteks ini, kita butuh persediaan pangan yang cukup, sampai pada tingkat kedaulatan pangan. Itu berarti tidak sekedar mandiri tetapi kita benar-benar memanfaatkan pangan lokal kita untuk ketahanan pangan itu sendiri. FLOTIM memiliki misi besar yakni selamatkan tanaman rakyat. Dalam kesempatan ini, kita tidak hanya sharing dan refleksi tetapi lebih dari itu kita sering dan refleksi untuk mulai dengan gerakan. kita adalah penggerak utama untuk giat pangan di wilayah kita masing-masing. Inilah kata Bapak Wakil Bupati Flores Timur.
Kepala Dinas Badan Ketahanan Pangan FLOTIM mengatakan bahwa dan Ketahanan pangan bukanlah semacam sebagai basis pemadam kebakaran dengan menyentil angka stantin gisi buruk dan pertumbuhan yang tidak normal pada kelahiran dan pertumbuhan anak. Jadi ketahanan pangan paling mendasar adalah: apakah dalam keluarga itu ada tersedia bekal, atau makanan setiap hari ? Strateginya adalah bagaimana menggunakan pengarangan rumah untuk persediaan pangan lokal. Inilah pandangan Kepala Dinas Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur.
Romo Bernadus Wara, menyimpulkan dengan sebuah refleksi Pastoral yakni “Pangan adalah diri dari Bapa dan Mama sendiri”. Program Jangka Pendek Tahap II Keuskupan Larantuka kita berefleksi tentang keluarga, sebagai sel masyarakat dan keluarga sebagai ecclesia domestica (gereja rumah). Allah memiliki hal besar tentang keluarga sejak dari awal penciptaan. Pangan komunitas keluarga adalah bagian dari saling memberi dan saling menerima. Inilah Ekaristi yang hidup dalam keluarga.
Dalam Sesi kedua talkshow para pembicara membahas 3 misi di Kabupaten FLOTIM yakni: Selamatkan Tanaman Rakyat, selamatkan Laut, Selamatkan Orang Muda. Tiga misi ini bertujuan mengurangi pengangguran dan memberantas kemiskinan. Pencapaian misi ini adalah dengan memelopori orang muda sebagai penggerak. Nilai-nilai yang baik, nilai kultur, nilai kerja keras, nilai ketekunan perlu ada pembiasaan dalam keluarga bagi orang muda. Semua ini dibingkai dalam satu refleksi bahwa “Keselamatan” itu terjadi karena ada yang bersedia untuk berkorban, kasih yang berbagi dan memberi.
Sesudah Talkshow, enam (6) paroki terlibat dalam lomba penyajian makanan lokal mulai beraksi. Enam paroki ini berturut-turut keluar sebagai juara dalam perlombaan makanan lokal adalah Paroki Maria Pembantu Abadi Weri, Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, Paroki. St. Imaculata Lewolaga, Paroki. St. Perawan Maria La Sa Lette Lato, Paroki Kunjungan St. Perawan Maria Pamakayo.
Pada acara terakhir kegiatan HPS,adalah acara penutupan. Pastor Paroki tuan rumah Bama, RD. Wilhelmus Ola Baga, dalam sambutannya mengatakan bahwa ; adalah satu berkat Tuhan dan sukacita bagi kami ketika dipilih jadi Tuan Rumah. Kami sungguh menyiapkan hati dan tempat untuk terselenggaranya kegiatan ini. Yang ada pada kami hanyalah ini dan inilah kekayaan hati dan situasi kami. Kepada semua yang hadir dan memberikan pikiran bernas yang telah memotifasi kami umat paroki, kami haturkan terima kasih. Umat dengan seluruh diri merelakan diri, tenaga dan waktunya telah menjadi tuan rumah yang baik. Maaf jika ada yang kurang dan tidak berkenan.
Wakil Bupati Flores Timur pada sambutan penutup mengatakan; “Puji syukur kepada Tuhan dan leluhur lewotana Bama. Kami berbahagia karena diundang ke tempat ini. Semoga refleksi hari ini menjadi kegiatan nyata kerja sama Pemerintah dan Gereja untuk memulai pemberdayaan ekonomi. Masalah utama bukanlah idiologi , tetapi utama adalah ketahanan ekonomi. Mari kita fokus ke Orang muda sebagai benteng pertahanan ekonomi. Pemerintah mengajak juga mengajak orang muda untuk masuk kebun, mengolah sumber daya sesuai potensi dirinya demi ketahanan ekonomi. Pemerintah siap membantu paroki-paroki yang menggagas ketahanan ekonomi. Mari kita konkritkan semua hal ini demi kesejahteraan masyarakat. Mari kita riilkan ketahanan ekonomi sesuai kemampuan lokal.
Sebagai sambutan Penutup, Yang Mulia Uskup Larantuka menyampaikan terima kasih kepada rasul PSE, yang hadir di tempat ini. Semoga harapan pemerintah menjadi perhatian kita semua rasul PSE di paroki sebagai pengembangan kesejahteraan hidup ekonomi di keluarga kita masing-masing. Rasul PSE adalah gerakan yang terus menerus sampai adanya perubahan nyata. Terima kasih kepada Pemerintah, dan Ibu Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur dan jajaran Pemerintahan yang juga telah terlibat dalam pengembangan keluarga-keluarga katolik. Kepada pastor paroki dan tim pastor serta seluruh umat..Terima kasih kepada romo Deken. Pengalaman ini menjadi satu pengalaman untuk persiapan lebih lanjut untuk kegiatan ke depan. Terima kasih atas keterlibatan kita semua demi pengembangan umat, keluarga dan paroki kita. Semoga kegiatan ini membuat kita lebih bekerja keras untuk kemajuan keluarga, Gereja dan Pemerintah.
TUHAN MEMBERKATI DAN BUNDA MARIA MENDOAKAN KITA SEKALIAN.

Komsos-KL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *