Lukas 12::13-21

Ketamakan membuat orang tidak peduli dengan sesama. Ketamakan itu disebabkan karena orang tidak merasa puas dengan apa yang ada. Sikap mau memiliki harta kekayaan, bahkan dengan menghalalkan segala cara: mencuri, menipu, korupsi dan lainnya. Terkait dengan ini, saya mengutip quote (ucapan bermakna) dari Mahatma Gandi: “Bumi cukup untuk.memuaskan semua orang, tetapi tidak akan pernah cukup bagi seorang yang tamak.” Bagi orang yang tamak, tidak pernah ada kata cukup.
Perlu ada upaya merasa cukup.dan tahu bersyukur atas pemberian Tuhan. Pada orang yang tamak, rakus dan loba tidak pernah ada kata cukup dan tak pernah tahu bersyukur atas karunia pemberian Tuhan. Dengan menyampaikan cerita orang kaya yang mengumpulkan hartanya dan akhirnya justru tidak menikamatinya karena nyawanya dicabut Tuhan, Yesus ingin menegaskan bahwa sikap tamak, rakus dan loba itu musti dihilangkan. Musti dibangun sikap merasa cukup dan puas dengan pemberian Tuhan dan mengucapkan syukur atasnya. Penegasan Yesus di akhir perikop injil, menegaskan kepada murid-mjrid-Nya dan saya untuk berjuang menjadi kaya di hadapan Allah.
Doaku: Ya Tuhan mampukan saya untuk merasa puas dengan apa yang kumiliki dan tahun bersyukur atas karunia-Mu.
Selamat pagi.

Tuhan Memberkati

RD. Pey Hurint

2 thoughts on “KAYA DIHADAPAN ALLAH”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *