Wajah kota Larantuka sore ini semakin berwarna-warni dengan kehadiran Orang Muda Katolik (OMK)  yang berasal dari 48 Paroki se-Keuskupan Larantuka. Suasana kotapun menjadi ramai dengan kembalinya OMK dari tempat live in. Di lapangan bola Lebao, semua OMK utusan paroki berkumpul untuk memulai kegiatan Parade budaya. Sekitar 1500-an OMK datang menyatukan rasa kangen dan kegembiraan mereka. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, Kepala Bank NT, Kristoforus Langkamau, Deken Adonara, RD.Lasarus Laga Koten, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Larantuka, RD. Fredirikus Saban, Para Imam, dan seluruh umat Paroki San Juan Lebao. Satu Hal yang luar biasa terjadi sore ini bahwa tidak hanya di lapangan tetapi Umat dan masyarakat se-Kota Larantuka pun berhamburan di jalan untuk menyaksikan dari dekat Parade Budaya OMK Keuskupan Larantuka.

 Diawali dengan sapaan ketua dewan Paroki San Juan Leba; Yoseph Uje Fernandez, sebagai tuan rumah sore itu. Selanjutnya sapaan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH, sekaligus melepas rombongan parade OMK menuju Paroki Katedral Larantuka.

Dalam Sambutan pelepasannya, Wakil Bupati Agus Boli mengucapkan selamat datang bagi semua peserta di pusat Kota Larantuka, dan berkat penyelenggaraan Ilahi kegiatan pekan OMK ini berjalan dengan baik dan indah, dan dengan itu dimiminta dukungan seluruh masyarakat Flores Timur. “Kami bangga karena kalian ada di sini, di pusat Kota Larantuka. Selamat datang dan semoga kalian merasa nyaman dan damai di kota kami ini”, Ucap Agustinus Boli bagi peserta yang berasal dari Kabupaten Lembata. Dan untuk teman-teman OMK dari Kabupaten Flores Timur, Bliau  berpesan “Mari kita jaga situasi kota ini, kita turut  menjaga situasi aman dan damai  agar tetamu kita menikmati situasi  nyaman dan damai. Orang muda harus menjadikan gereja sebagai gereja yang militan ditengah situasi hidup yang serba sulit ini. OMK, teruslah beregerak dan berbenah diri. Jadilah kader Bangsa dan Negara, juga kader Gereja yang militan. Di tangan kitalah dunia akan berubah karena bukan sekarang kapan lagi dan kalau bukan kita maka siapa lagi.” .

Setelah menyampaikan sambutannya, pelepasan dilakukan dengan seremoni pelepasan balon OMK. Dengan pelepasan balon OMK, maka perjalanan parade mulai berarak dari Lapangan Lebao. Tampil di barisan depan adalah pasukan Drum Band dari SMP Mater Inviolata asuhan Suster kongregasi SSpS. Menyusul rombongan parade dari  Dekenat Lembata dengan Paroki Lewoleba sebagai ujung tombak di garda terdepannya diikuti ke 15 paroki sedekenat Lembata. Menyusul Barisan Dekenat Adonara dengan garda terdepannya adalah paroki Kristus Raja Waiwerang. Kemeriahan parade OMK semakin menarik di mana masing-masing Paroki menampilkan kekhasan sarung tenun lokal dan beberapa pernak-pernik budaya masing-masing.

Mengiringi perjalanan parade, semua paroki menampilkan yel-yel parokinya baik lewat nyanyian, gerak dan juga teriakan syair bermakna semangat yang memecah suasana kota Larantuka. “Baleo-baleo, Ayo tikam ! Teriakan yel OMK Paroki Lamalera sebagai ungkapan kegiatan hariannya sebagai daerah penangkap ikan paus ini.

Barisan tengah perjalanan parade dimeriahkan oleh barisan drum band SMA PGRI Larantuka. Goyangan maut sang mayoret, memukau seluruh masyarakat kota larantuka. Seakan goyangan pedangdut terkenal indonesia hadir nyata di Kota Larantuka.

Setelah melalui perjalanan yang melintasi jalan utama Kota Larantuka sekitar 4 km, maka perjalanan parade tiba di gerbang Gereja Katedral Larantuka. Rombongan diterima dengan sapaan dan seremoni adat oleh Raja Larantuka, Don Martinus DVG. Penyambutan resmi oleh Pastor Paroki Katedral Larantuka, RD. Hendrikus Leni. Sambutan Pastor Paroki  menjadi tanda bahwa pintu dan rumah Katedral terbuka menerima kedatangan semua peserta. Setelah diterima secara resmi, semua peserta masuk dan mengawali seluruh kegiatan pekan OMK dengan Ekaristi bersama yang pimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, bersama puluhan imam konselebran.

Bapa Uskup dalam kata pembukanya menyampaikan pesan kepada OMK bahwa pekan OMK menjadi kesempatan khusus dan  istimewa untuk merajut kebersamaan, membangun solidaritas, semangat baru, dan membangkitkan sukacita injil dalam hidup sebagai OMK di keuskupan larantuka. Kita datang dari paroki-paroki  atas nama banyak teman-teman OMK merayakan misa pembukaan temu akbar ini. Mari saudara/i OMK kita mempersatukan hidup dan diri kita dengan Yesus Tuhan kita, Guru, Sahabat, Gembala Baik kita.  Perayaan ini menjadi sumber rahmat kita orang muda.

Kemeriahan dan keagungan Ekaristi pembukaan didukung oleh koor OMK Paroki St. Yoseph Lewotobi (OMLETO). Tidak heran lagi bagi orang muda Lewotobi untuk menjadi yang terbaik dalam setiap penampilannya, tidak hanya menanggung koor karena “joker merah”/tampuk pimpinan paroki sendiri beraksi sebagai organis.  RD. Marcel Lamuri tampil mendampingi Orang Muda Katoliknya, sebagai ungkapan kebersamaan, seperjalanan dan sepenanggungan dalam segala sepak terjang OMKnya.

Ekaristi memang  menjadi sumber dan puncak hidup beriman semua orang Kristen. Ekaristi menjadi jati diri orang katolik, tak terkecuali orang muda katolik dan semua orang yang beriman dan percaya kepada Yesus. Yesus memaklumkan diri sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Oleh karena itu,  jalan yang kita tempuh adalah  jalan Yesus sendiri, tingkah laku kita adalah kebenaran yang merupakan cerminan kebenaran Yesus sendiri.

Dalam kotbahnya, Romo Edu Jebarus, Pr, mengharapkan Orang Muda Katolik  menimbah semangat dari Yesus, di mana Yesus menyebut kita semua sebagai sahabat. “Ketika bersahabat, kita sesungguhnya sedang berbagi tentang emas kehidupan.” Hal ini benar adanya sebab Paus Fransiskus pun mengingatkan orang muda agar memaknai dirinya sebagai pribadi-pribadi yang sangat tinggi dan tak ternilai harganya.” Hai orang muda, tolong jangan biarkan diri kalian dibeli oleh kolonialisasi idealis yang memporak-porandakan pola pikir kalian!”

 Pantauan crew  Media Center Temu Akbar OMK-KL

                                               =RD. Tisto=

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *