August 18, 2019
  • 1:03 am KEMERDEKAAN BERTANGGUNGJAWAB
  • 12:32 am KEUTUHAN CINTA PERKAWINAN
  • 12:20 am MENGAMPUNI MENJADIKAN MANUSIA ITU MULIA
  • 4:19 pm TEGURLAH DI BAWAH EMPAT MATA
  • 12:56 am

“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.”

Luk. 1:26-38.

Panggilan Tuhan atas diri Bunda Maria secara tiba-tiba, dengan tawaran yang sangat mulia, yakni menjadi ibu Tuhan, menjadi titik awal pemenuhan rencana keselamatan Allah bagi seluruh dunia. Reaksi Maria yakni terkejut, takut, tapi akhirnya menerima tawaran Allah dengan bebas.
Dari sudut pandangan kehidupan rohani Maria, menunjukkan bahwa kualitas rohani Maria sangat tinggi membuat dia tidak berpikir lain dari pada menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. Tetapi lebih dari itu, Maria mengorbankan kebebasannya sendiri, dan hidup sepenuhnya untuk rencana keselamatan Allah. Maria rela melepaskan egoisme diri untuk sebuah karya Allah yang mulia. Semuanya ini dijalankannya dengan setia, penuh kesadaran dan didasarkan pada keputusan yg bebas.
Maria menjadi model untuk kita sekalian. Berkorban berdasarkan pilihan bebas. Semua pilihan dan keputusan yang telah kita janjikan bahkan “sumpah”, harus kita jalankan dengan bebas, bukan dengan paksaan mulai dari mencintai Allah dengan sepenuh hati sampai kepada mencintai sesama seperti diri sendiri.

Maria disapa dengan yangΒ  “dikaruniai” oleh malaikat. Itu berarti: diberkati Allah dengan berkat khusus. Maria beroleh kasih karunia di hadapan Allah dan akan mengandung dari kuasa Allah. Roh Kudus akan menaungi Maria, sehingga anak yang dikandungnya akan disebut Kudus, Putera Allah.
Ada banyak peristiwa dan pengalaman yang tidak kita pahami dalam hidup kita. Walaupun tidak paham dengan rencana Allah, mari kita belajar dari Bunda Maria berpasrah pada rencana dan kehendak Tuhan: “sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu”.

Kita juga belajar mendengarkan firman Tuhan dan kehendak-Nya atas hidup kita.
Tanda paling agung dari kehadiran Allah bagi manusia yaitu “Imanuel”, Allah beserta kita. Apakah kita memberi tempat bagi Roh Kudus dalam hidup kita? Sejauhmana saya mengijinkan Roh Kudus memberdayakan hidup dan karya pelayananku agar menjadi tanda yang melahirkan kehidupan baru?
Diri dan pribadi kita akan menjadi tanda keselamatan bagi keluarga dan lingkungan hidup kita jika kita rela seperti Bunda Maria, rela melepaskan egoisme diri kita.

Selamat pagi
Tuhan Memberkati

komsoslarantuka

RELATED ARTICLES

1 COMMENTS

  1. Nining Yuliati Posted on December 21, 2018 at 3:30 am

    πŸ™πŸ™πŸ™

    Reply
LEAVE A COMMENT