October 24, 2019
  • 11:43 pm API SEMANGAT YESUS
  • 11:58 pm SETIA MENJADI PELAYAN
  • 12:04 am SIAP SEDIA SELALU MENYONGSONG TUHAN
  • 11:05 pm BERMISI DI TENGAH DUNIA
  • 5:00 pm ROH KUDUS PERAHMATAN ALLAH BAGI KITA

“Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak berpuasa.”
Mrk. 2: 18-22.

Injil hari ini menceriterakan tentang orang-orang yg datang kepada Yesus dan bertanya mengapa murid-muridNya tidak berpuasa, sedangkan murid Yohanes dan murid orang Farisi berpuasa.
Ketika orang lain mempersoalkan murid-murid-Nya yang tidak berpuasa, Yesus menegaskan tentang situasi di mana ketika masih ada pengantin, maka para sahabat pengantin tak mungkin berpuasa (Mrk 2:18-22). Yesus adalah pengantin Gereja, yang selalu membawa sukacita.
Puasa itu upaya menahan diri untuk sebuah pembaharuan diri, hati batin dan seluruh hidup. Puasa harus membuat orang semakin dekat dengan Tuhan sumber sukacita. Kalau tidak ada pembaharuan diri dan hidup, maka sia-sialah rahmat Tuhan. Yesus menegaskan: “Anggur baru harus disimpan di dalam kantong yang baru juga.” Sukacita bersama Yesua harus menjadi kekuatan hati untuk memulai hidup dengan suasana yang baru pula.
Orang Farisi dan murid Yohanes berpuasa sebagai bentuk usaha menjalin relasi yang akrab dengan Allah. Bagi Yesus itu bukan lagi hal yang esensial, karena Allah yang ingin dijangkau lewat puasa, kini hadir di tengah mereka dalam diriNya. Yang perlu dibuat oleh orang Farisi adalah membuka mata hati untuk memahami siapa Yesus yang sebenarnya.
Yesus menegaskan bahwa untuk mengenal diriNya, tidak perlu banyak metode. Mungkin pesan untuk kita juga, bahwa kitapun lebih sering mencari metode-metode untuk lebih mengenal Yesus. Kita lupa melihat bahwa Yesus sebenarnya sudah hadir di tengah kita. Tanpa kesadaran itu, kita hanya sibuk mencari tanpa menyadari bahwa Yesus bertahta di dalam hati kita.
Hari ini juga kita merayakan pesta St. Agnes. Dia yang masih belia, dengan penuh sukacita iman dan kegembiraan batin, menghadapi penderitaan dan penganiayaan. Karena dia yakin dengan teguh bahwa Yesus sumber sukacita dan penghiburan. Ia tidak ragu menghadapi penderitaan sampai akhir hidupnya karena kepasrahannya akan Allah.

Selamat pagi.
Tuhan Memberkati

komsoslarantuka

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT