April 18, 2019
  • 12:50 am Tiga puluh keping perak
  • 2:44 am SALAH SEORANG DI ANTARA KAMU AKAN MENYERAHKAN AKU
  • 3:00 pm YESUS MENGHARGAI PERNYATAAN CINTA
  • 3:57 pm DIBERKATILAH DIA YANG DATANG DALAM NAMA TUHAN
  • 4:36 pm LEBIH BAIK SATU ORANG MATI BAGI SELURUH BANGSA

PERGILAH KE SELURUH DUNIA, BERITAKANLAH INJIL KEPADA SEGALA MAKLUK
Mrk. 16:15-18

Pada pesta bertobatnya Santu Paulus hari ini, penginjil markus menekankan warisan rasul oleh perutusan Yesus. Perutusan yang diberikan oleh Yesus sebelum ia naik ke surga dilaksanakan oleh Paulus secara nyata. Ia keluar dari tanah Yahudi, menjelajahi kota dan desa di Asia kecil, menyeberang ke Eropa, sampai ke Roma pusat dunia yang dikenal pada waktu itu. Disinilah terungkap bahwa seluruh dunia menjadi ladang pemberitaan Injil, dan para rasul belum akan beristirahat sebelum segala makluk mendapat pewartaan kabar gembir. Segala makluk disebut dalam perintah Yesus, tanpa membedakan Yahudi atau Romawi, asli atau asing. Semuanya masuk dalam penyebaran kabar gembira Tuhan.
Paulus dalam perjalanan pewartaan kabar gembira, mengalami pengalaman baik dan buruk, menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ia mengalami beberapa kali karam kapal, dipenjarakan dan banyak pengalamannya baik di kota maupun di desa. Paulus dalam pewartaanya mengandalkan Tuhan sehingga ia memiliki tekat bahwa tak ada pengorbanan boleh ditakutkan, tak ada kesulitan boleh dihindari, selagi ada makluk yang harus mendapatkan pemberitaan kabar gembira maka dalam situasi bebas atau terpenjara, sehat atau sakit, rasul terdorong untuk hadir menyampaikan pewartaan injil yang sesuai demi pertobatan. Pewartaan harus membawa perkembangan iman akan Allah, membawa penghiburan dan memdapatkan hidup sampai berkelimpahan.
Inilah tuntutan sebagai seorang pewarta kabar gembira Allah. Sebagai rasul, ia harus melaksanakan tugasnya kapan dan dimanapun ia ditugaskan. Tidak pernah takut pada apa dan siapapun. Ia harus melaksanakan tugas pewartaan tampan atau tidak saatnya. Prinsipnya bahwa selagi demi pewartaan kabar gembira, seorang pewarta hendaknya selalu siap sedia. Melaksanakan tugasnya demi kembangnya kerajaan Allah bagi semua makluk.
Kita semua dipanggil untuk menadi rasul pewarta kabar gembira Allah. Kita dituntut untuk terbuka terhadap panggilan Allah atas diri dan pribadi kita. Kita hendaknya selalu menjawab “ya” pada tugas panggilan kita. Setiap karya dalam pekerjaan dan tugas harus menunjukkan bahwa kita adalah rasul yang menghadirkan kabar gembira Tuhan bagi semua orang yang kita layani.

Selamat pagi.
Tuhan memberkati

komsoslarantuka

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT