April 18, 2019
  • 12:50 am Tiga puluh keping perak
  • 2:44 am SALAH SEORANG DI ANTARA KAMU AKAN MENYERAHKAN AKU
  • 3:00 pm YESUS MENGHARGAI PERNYATAAN CINTA
  • 3:57 pm DIBERKATILAH DIA YANG DATANG DALAM NAMA TUHAN
  • 4:36 pm LEBIH BAIK SATU ORANG MATI BAGI SELURUH BANGSA

“Anjing juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”
Mrk.7:24-30

Dalam keadaan terjepit, dimana seorang tak mampu berbuat apa-apa lagi, langkah akhir yang ditempuh selain kepercayaan akan belas kasih Tuhan. Demikianlah yang dilakukan wanita sero Fenisia. Tanpa malu ia meminta keselamatan bagi anaknya. Dialah ibu yang menaruh cinta bagi sang kekasih hatinya. Ia adalah orang bukan Yahudi, tapi cukup tahu tentang bangsa Yahudi. Maka ia menaruh harapannya pada Kristus. Bermodalkan keberanian, kepercayaannya akan Kristus, ia memohon belaskasih Kristus. Dan Kristus mendengarkan wanita ini. Hal ini mengajarkan kita bahwa, sekalipun wanita ini tergolong orang punggiran, orang tak berdaya, namun kepercayaannya menjadi amat bermakna dihadapan Yesus sendiri.
Yesus dalam menanggapi semua permohonan, ia tidak pernah membedakan orang. Dari mana asalnya, dari mana golongannya, besar atau kecil, namun Yesus lebih melihat iman dan kepercayaan. Ternyata iman orang yang tergolong “orang asing” membawa perubahan atas diri dan hidupnya. Yesus melihat imannya dan menyembuhkan. Doa seorang ibu yang telah kehilangan cara untuk menyelamatkan Puterinya, namun dengan iman dan menyerahkan puterinya kepada Yesus, maka ia memperoleh buah dari imannya akan Yesus. Tak ada lagi cara untuk bisa menyembukan selain percaya kepada Yesus. Wanita ini begitu mengakui dirinya sebagai orang lemah, tak ada lagi yang lebih, selain percaya akan kekuasaan Yesus. Bagi wanita itu, tak ada lagi wewenang dan kuasa. Sekalipun ia bukan asli tapi ia masih percaya dalam iman bahwa ia masih dapat untuk memperoleh kuasa Ilahi, sekalipun itu remah-remah yangvjatuh dari meja tuannya. Inilah ungkapan kerendahan hati, penuh hormat dan penghargaan kepada sesama. Ia menyatakan kebutuhan hidupnya apa adanya.
Kepercayaan dan iman akan Allah tak mengenal apa dan siapa. Iman dan penyerahan diri dalam kerendahan hati, akan meciptakan keselamatan.
Mari belajar dari wanita Sero Fenisia seorang pinggiran, seorang asing, yang dalam iman penuh kepada Yesus ia didengarkan di dikabulkan permohonannya.

Selamat pagi

Tuhan memberkati

komsoslarantuka

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT