August 18, 2019
  • 1:03 am KEMERDEKAAN BERTANGGUNGJAWAB
  • 12:32 am KEUTUHAN CINTA PERKAWINAN
  • 12:20 am MENGAMPUNI MENJADIKAN MANUSIA ITU MULIA
  • 4:19 pm TEGURLAH DI BAWAH EMPAT MATA
  • 12:56 am

“Ia yang mengutus Aku, Ia Menyertai aku”
Yoh.8:21-30

Perutusan Yesus tidak dari dunia ini melainkan dari atas, dari Bapa. Yesus selalu melihat Bapa, Ia bekerja sesuai apa yang dikerjakan oleh Bapa-Nya. Mengutus dan menyertai itu kesetiaan Bapa pada utusan sejak dari zaman para Nabi. Dan bagi utusan disertai oleh Bapa dalam perjalanan dan dalam tugas panggilan adalah kekuatan. Yesus sekalipun Ia dibenci dan dihina tetapi Ia tetap kuat menghadapi semuanya.
Yesus menyatakan diriNya sebagai utusan Allah. “Tidak ada satu pun yang ku lakukan dari diri Ku sendiri. Aku hanya mengatakan apa yang diajarkan Bapa kepadaKu”.
Hal ini beda dengan kita manusia. Ketika manusia mampu melakukan sesuatu sendirian, ia merasa bangga bahkan menjadi sombong dan menganggap diri hebat. Yesus menyatakan bahwa semakin tinggi tugas perutusanNya, kebersatuan dengan Bapa sebagai Yang Mengutus harus semakin nampak. Kekuatan Utusan hanya nampak ketika Ia bersatu dengan Bapa dan tak pernah terpisahkan. Utusan harus tetap menampilkan kasih setia Tuhan dalam tutur kata dan perbuatannya.
Kita sebagai orang beriman, sebagai utusan Allah di zaman ini, dituntut untuk menimbah kekuatan dari Allah, menjalin hubungan dan relasi erat dengan Allah dan menyatakan kasih Tuhan dalam tutur kata dan tingkah laku hidup di tengah dunia.

Selamat pagi
Tuhan memberkati

komsoslarantuka

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT